Posts

Showing posts with the label Penilaian

Syarat penulisan soal : Jangan lupa! Soal harus sesuai dengan materi yang pernah diajarkan kepada siswa

Pengunaan teknologi informasi khususnya Komputer telah memudahkan guru untuk membuat berbagai administrasi pembelajaran mulai dari RPP, Silabus, Penilaian dan lain sebagainya. Pengintegrasian teknologi informasi ke dalam pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan termasuk peningkatan kompetensi guru dan siswa. Pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi informasi merupakan suatu keharusan karena berdasarkan beberapa hasil penelitian menjelaskan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar dan hasil belajar siswa jauh lebih pesat dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan secara konvensional. Siswa lebih tertantang untuk melakukan proses mencari tahu, penyajian pembelajaran lebih menarik sehingga dapat membangkitkan respon siswa untuk mengikuti pelajaran, penyajian dalam bentuk audio visual mampu mendekatkan siswa kepada kehidupan nyata. Hal ini membuat terjadinya penarikan visualisasi kehidupan nyata siswa kedalam simulasi visual dalam pembelajar...

Langkah-langkah kerja pelaksanaan audit proses pembelajaran yang sesuai dengan implementasi kurikulum 2013

Untuk memastikan ketersediaan dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam mendukung keterlaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Saintifik sesuai implementasi  kurikulum 2013, maka dibutuhkan audit internal. Audit ini bisa dilaksanakan oleh kelompok mata pelajaran atau langsung oleh kepala sekolah. Adapun langkah-langkah kerjanya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penutup. Apa yang harus dikerjakan pada setiap tahap tersebut? Berikut langkah-langkah kerjanya. 1. Perencanaan Menyiapkan Form Audit Internal, Alat Bantu Audit, panduan wawancara (bila diperlukan) Memastikan cara menggunakan/mengisi tiap dokumen atau Form audit internal 2. Pelaksanaan Dapatkan Regulasi pendukung  tentang  Standar Proses Dapatkan Dokumen prosedur tentang penyusunan RPP Dapatkan dokumen RPP Lakukan wawancara dengan guru mata pelajaran terkait dokumen RPP yang telah dimiliki/disusun Lakukan verifikasi terkait dengan kesesuaian langkah-langkah pembelajaran apak...

Tujuan penilaian hasil belajar siswa bagi guru dalam proses belajar mengajar

Hasil belajar berbeda dengan prestasi belajar. Hasil belajar mencakup perubahan yang dialami oleh siswa dalam hal sikap dan perbuatan atau terbentuknya karakter yang diharapkan. Sedangkan prestasi belajar mencakup kemampuan pengetahuan yang dikuasai oleh siswa terhadap materi yang diberikan. Baik hasil belajar maupun prestasi belajar siswa perlu dilakukan tindakan penilaian. Khusus hasil belajar siswa, tujuan tindakan penilaian dilakukan menurut Zainal Arifin (2012) bahwa : Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan.  Untuk mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran.  Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.  Untuk mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan peserta didik dapat dijadikan dasar bagi guru untuk me...

Kriteria penilaian proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran atau tingkat ketuntasan pembelajaran perlu dilakukan tindakan penilaian. Mengukur penilaian proses dan hasil belajar siswa menggunakan alat penilaian. Alat penilaian dapat menggunakan tes maupun non tes. Guna memperoleh hasil yang akurat dan valid maka perlu memperhatikan beberapa kritaria diantaranya kesesuaian dengan kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikator; kesesuaiannya dengan tujuan dan fungsi penilaian, unsur-unsur penting dalam penilaian, aspek-aspek yang dinilai, kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan peserta didik, jenis dan alat penilaian. 1. Kesesuaian dengan kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator Kompetensi dasar merupakan hal yang harus dicapai oleh siswa, diharapkan hasil belajar siswa akan terjadi perubahan karakter dan mental siswa sesuai dengan kompetensi dasar. Untuk itu dalam merumuskan indikator perlu dibuat semata-mata guna mencapai kompetensi dasar. 2. Kesesuaian dengan tujuan dan fungsi penilaia...

Evaluasi, Penilaian, Pengukuran dan Tes. Apakah mengandung arti yang berbeda?

Bagi guru, selalu dihadapkan dengan keempat istilah di atas, Evaluasi, Penilaian, Pengukuran dan Test atau Non Test. Keempat istilah ini selalu berkaitan dengan pembelajaran, akan tetapi apakah keempat istilah ini mengandung arti yang sama? Sebagian orang justru menganggap ini adalah sama, tetapi jika diteliti lebih jauh maka ternyata keempatnya memiliki arti yang berbeda. Apa itu Evaluasi? Guba dan Lincoln (1985 : 35), mendefinisikan evaluasi sebagai “a process for describing an evaluand and judging its merit and worth”. (suatu proses untuk menggambarkan evaluan (orang yang dievaluasi) dan menimbang makna dan nilainya). Sax (1980 : 18) juga berpendapat “evaluation is a process through which a value judgement or decision is made from a variety of observations and from the background and training of the evaluator”. (evaluasi adalah suatu proses dimana pertimbangan atau keputusan suatu nilai dibuat dari berbagai pengamatan, latar belakang serta pelatihan dari evaluator). Dari dua rumusan...

Fungsi ulangan terhadap prestasi belajar siswa dan hasil belajar siswa

Ulangan pada umumnya digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa, sehingga ulangan menggunakan alat ukur berupa tes karena hasil yang diharapkan berupa data yang bersifat kuantitatif.  Itulah yang kita pahami selama ini, sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara kontinyu atau secara periodik atau hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Ulangan pada umumnya dilaksanakan setelah selesai pemberian materi pelajaran, apakah per standar kompetensi (SK) atau per kompetensi dasar (KD). Padahal jika hanya untuk mengukur prestasi belajar siswa per SK dan KD dapat menggunakan sistem penilaian lain. Pada prinsipnya, ulangan tidak ditujukan untuk mengukur prestasi belajar siswa, ulangan dilaksanakan untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap materi.  Ulangan dapat dilaksanakan dalam bentuk review, latihan, pengembangan keterampilan dan konsep-konsep. Tes yang digunakan tidak dituntut harus memiliki kesulitan tinggi tetapi lebih pada bagaimana siswa mampu mengerjakan setiap tes yang...

Cara menentukan skor nilai pada soal esay dengan benar berdasarkan tingkat kesulitannya.

Menentukan skor nilai pada soal pilihan ganda sangat mudah, namun bagaimana dengan soal esay? Tentunya membutuhkan analisis guru setiap soal. Soal esay terbagi atas tiga yakni soal dengan tingkat kesulitan rendah, soal dengan tingkat kesulitan menengah dan soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Ketiga bentuk soal ini memiliki perbedaan untuk menentukan skor nilai, dasarnya adalah tingkat kesulitan soalnya. Pemberian skor nilai pada soal esay dapat diselesaikan dengan menggunakan instrument penilaian soal. Instrumen itu memuat No, Nomor Soal, Kegiatan, dan Skor. Misalnya: Jelaskan perbedaan antara iklim dan cuaca Sebutkan 4 Alasan mengapa Belanda menjajah Indonesia Skor nilai pada soal di atas dapat ditentukan dengan cara berikut (sebaiknya diselesaikan menggunakan tabel): a. Soal nomor 1, deteksi kemungkinan jawaban siswa dengan pernyataan berikut: Jika siswa menjawab benar pengertian iklim dan cuaca maka skornya adalah 3 Jika siswa menjawab benar pengertian iklim dan menjawab salah pe...

3 Syarat kenaikan kelas menurut kurikulum 2013

Rapat kenaikan kelas selalu diwarnai dengan perdebatan panjang, perdebatan itu berkisar pada syarat-syarat kenaikan kelas. Syarat kenaikan kelas menjadi penentu bagi siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke kelas selanjutnya, sehingga segala instrumen yang wajib dipenuhi harus dicapai oleh siswa. Pada kurikulum 2013 telah mengatur 3 syarat kenaikan kelas, ketiga syarat kenaikan kelas tersebut antara lain. 1. Minimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas Agar siswa naik kelas maka semua nilai mata pelajaran harus tuntas atau minimal sama atau melampaui nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah. Apabila terdapat 3 mata pelajaran yang nilainya kurang dari KKM maka siswa tersebut masih bisa dinyatakan “naik kelas”. Sedangkan akan dinyatakan “tinggal kelas” apabila nilai siswa atau hasil evaluasi belajar siswa yang tertuang dalam repor nilai melebihi 3 mata pelajaran yang nilainya dibawah KKM. Nilai rapor yang dihitung untuk dipertimbangkan naik kelas atau tidak naik kelas adalah nilai ...

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) terhadap proses pembelajaran bagi pendidik, peserta didik dan orang tua

Kriteria ketuntasan minimal bagi pendidik, siswa maupun orang tua merupakan acuan minimal yang harus dicapai oleh siswa. KKM akan menggambarkan ukuran keberhasilan belajar siswa, pengawasan yang dilakukan orang tua maupun keberhasilan proses pembelajaran bagi guru.  Secara khusus, fungsi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dapat diuraikan sebagai berikut: sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti.  sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran.  dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.  merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat.  merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran.  Setiap kompetensi dasar akan dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang...

Apakah remedial atau pengayaan yang diberikan kepada siswa yang belum tuntas?

Keberhasilan pembelajaran di nilai dari seberapa besar jumlah siswa yang tuntas berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang telah dirumuskan diawal tahun pelajaran berjalan setiap mata pelajaran. Jika jumlah siswa yang telah menuntaskan materi berdasarkan KKM tersebut mencapai 75% dihitung mengacu ketetapan secara nasional maka pembelajaran telah berhasil sebaliknya pembelajaran di nilai tidak berhasil. Namun demikian, tugas guru tidak berhenti setelah nilai ketuntasan minimal tercapai, baik terhadap siswa yang berhasil mencapai KKM maupun yang belum mencapai KKM. Masih ada tindakan selanjutnya yang mesti dikerjakan oleh guru yakni program remedial dan program pengayaan. Pada saat kapan program remedial dilaksanakan dan pada saat kapan pula program pengayaan dilaksanakan. Kesalahan kita selama ini adalah program pengayaan diberikan pada saat siswa menghadapi ujian nasional, program pengayaan dianggap sebagai jam belajar tambahan yang materinya berisi pengulangan materi kelas sebelumny...

Jangan ragu meminta bantuan dari guru lain

Sesuatu yang besar dimulai dari yang terkecil, kesempurnaan bersumber dari ketidaksempurnaan. Profesional bermula dari amatir, untuk menjadi guru yang profesional harus belajar dari berbagai kekurangan yang dimiliki yang diteruskan dengan tindakan perbaikan. Penilaian diri bagi guru sangat penting, karena disinilah segala kekurangan terutama bagaimana guru memberikan pembelajaran dapat diketahui. Penilaian diri dapat ditempuh dengan jalan melakukan sendiri atau meminta bantuan guru lain terutama guru senior yang telah berpengalaman dan memiliki prestasi baik dalam mengajar. Aspek-aspek yang dapat dinilai seperti cara berkomunikasi, pengelolaan kelas, pendekatan yang digunakan, strategi pembelajaran yang dipakai, metode dan model pembelajaran serta penguasaan konsep dan materi pelajaran. Hasil apapun yang diperoleh berdasarkan evaluasi yang dilakukan harus diterima dengan jujur dan terbuka. Akui kekurangan yang ditemukan, jangan dijadikan sebagai alibi untuk membenarkan cara anda menyaj...

Kesempatan guru berpartisipasi dalam penulisan soal ujian Nasional

Peran guru mulai dihargai oleh pemerintah. Bagi guru yang memiliki kompetensi dalam menulis soal ujian Nasional, Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Guru pada jenjang SMP/MTs yang mengajar mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Pendidikan Kewarganegaraan. Jenjang SMA/MA yang mengajar mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi, Pendidikan Kewarganegaraan. Jenjang SMK yang mengajar mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Semua harus dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah. Selain itu, syarat lainnya adalah guru yang berpengalaman mengajar minimal 5 (lima) tahun, Minimal lulusan S1/D4 dari jurusan yang sesuai dengan bidang studi yang diampu, guru yang mampu menggunakan komputer, internet, dan program pengolah kata Microsoft Word, guru yang tidak mengajar dan be...

Karakteristik penilaian dalam Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari semua kurikulum yang pernah diterapkan, kurikulum 2013 dilaksanakan untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks, persaingan yang semakin ketat dan tentunya membutuhkan kesiapan dari semua unsur termasuk menyiapkan generasi muda sehingga mampu menunjukkan jati dirinya sebagai generasi yang memiliki kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk menjamin keberhasilan pendidikan maka proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 menitikberatkan pada perubahan pola pikir (mindset) dari “diberi tahu” menjadi “mencari tahu”. Diharapkan dalam proses pencariannya, siswa dapat melakukan proses memahami, menanya, menganalisis, mengasimilasi dan lain-lain.  Perubahan itu berpengaruh pada sistem penilaian, sehingga lahirlah lima karakteristik penilaian dalam kurikulum 2013 yang wajib dikuasai oleh guru dalam melaksanakan penilaian terhadap anak didiknya. Kelima karakteristik penilaian dimaksud adalah. 1. Belajar Tuntas Ketuntasan Belajar ...

9 Prinsip penilaian yang wajib diketahui oleh guru

Kesalahan dalam memberikan penilaian dapat berdampak pada terganggunya psikologis siswa, pelaksanaan penilaian harus bisa membangkitkan motivasi belajar siswa. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa, bagi siswa dapat mengetahui sejauhmana hasil belajarnya sehingga mendorong siswa untuk terus memotivasi dirinya. Hasil penilaian yang dilakukan oleh guru menjadi ukuran dan pembanding atas kerja keras dan frekuensi belajar siswa. Olehnya itu, sebagai guru dalam memberikan penilaian harus memperhatikan beberapa prinsip penilaian. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupak...

3 Aspek penilaian kinerja siswa

Penilaian ini mengukur pencapaian pembelajaran berupa kompetensi keterampilan yang dikuasai oleh siswa sebagaimana yang menjadi tujuan kurikulum 2013. Tiga aspek penilaian kinerja yakni aspek proses, aspek produk dan penggabungan kedua aspek. Aspek proses menekankan pada bagaimana siswa mengerjakan tugas yang diberikan, bagaimana siswa melakukan suatu tugas sehingga menghasilkan sebuah produk. Contoh penilaian kinerja dengan aspek proses seperti berpidato, membaca karya sastra, menggunakan peralatan laboratorium sesuai keperluan, memainkan alat musik, bermain bola, bermain tenis, berenang, koreografi, dan menari.  Aspek produk menekankan pada kualitas produk yang dihasilkan, contoh membuat gambar grafik, menyusun karangan, dan menyulam. Sedangkan penilaian kinerja pada aspek ketiga adalah penggabungan kedua aspek yakni aspek proses dan aspek produk, contohnya memasak nasi goreng dan memanggang roti. Langkah-langkah umum penilaian kinerja adalah:  menyusun kisi-kisi;  meng...

Langkah-langkah mempersiapkan tes lisan

Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara lisan dan siswa merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tujuannya untuk mengecek pemahaman siswa untuk perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan melalui tanya jawab. Tes lisan dapat menumbuhkan sikap berani berpendapat, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Tes lisan juga dapat digunakan untuk melihat ketertarikan siswa terhadap pengetahuan yang diajarkan dan motivasi siswa dalam belajar. Dalam memberikan pertanyaan, hindari penggunaan pertanyaan yang hanya dijawab dengan “ya” atau “tidak”. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang menuntut penjabaran, uraian, dan penjelasan dari siswa. Pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat penguasaan konseptual, faktual, dan prosedural serta olah pikir siswa dari tingkat rendah sampai ke tingkat tinggi. Adapun langkah-langkahnya adalah : 1. Menetapkan tujuan pelaksanaan tes 2. Menyusun beberapa pertanyaan sebagai refleksi dari materi yang diaj...

Langkah-langkah mempersiapkan tes tertulis

Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawaban disajikan secara tertulis berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.  Tujuan utama pemberian tes tertulis adalah untuk mengetahui penguasaan pengetahuan siswa dalam rangka perbaikan proses pembelajaran dan/atau pengambilan nilai. Ter tertulis meliputi pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tes tertulis sebagai berikut: 1. Menetapkan tujuan pelaksanaan tes Tujuan pelaksanaan tes tertulis digunakan untuk mengetahui capaian pembelajaran dalam rangka mencari solusi guna memperbaiki proses pembelajaran.  2. Menyusun kisi-kisi Kisi-kisi merupakan spesifikasi yang memuat kriteria soal yang akan ditulis yang meliputi antara lain KD yang akan diukur, materi, indikator soal, bentuk soal, dan jumlah soal.  Kisi-kisi harus mengandung pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural serta kecakapan berpikir...

Langkah-langkah penugasan kepada siswa

Penugasan adalah pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur dan/atau memfasilitasi siswa memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tujuan Penugasan adalah untuk mengukur pengetahuan dapat dilakukan setelah proses pembelajaran (assessment of learning). Sedangkan penugasan untuk meningkatkan pengetahuan diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran (assessment for learning). Tugas dapat dikerjakan baik secara individu maupun kelompok sesuai karakteristik tugas yang diberikan.(buku pedoman penilaian SMP). Soal yang diberikan harus mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Hindari pemberian soal atau tugas yang dijawab dengan “ya” atau “tidak”, soal harus memancing siswa untuk mengetahui lebih jauh kandungan materi. Melibatkan kemampuan analisis, argumentasi, konseptual, faktual, dan prosedural terhadap masalah yang diberikan. Soal harus bersifat kompleks sehingga membutuhkan banyak sumber yang relevan dan valid guna menguatkan hasil penugasan. Langkah-l...

Pengertian Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan untuk melakukan tugas tertentu di dalam berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.  Ada tiga teknik penilaian keterampilan diantaranya : 1. Penilaian kinerja Tujuannya adalah untuk mengukur capaian pembelajaran berupa keterampilan proses dan/atau hasil (produk). Penilaian ini menekankan pada kualitas proses mengerjakan atau melakukan suatu tugas atau kulaitas produknya atau kedua-duanya.  2. Penilaian proyek Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu tugas dalam periode atau waktu tertentu. Penilaian proyek dapat dilakukan untuk mengukur satu atau beberapa KD dalam satu atau beberapa mata pelajaran.Tugas tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data, serta pelaporan. 3. Penilaian ...

Penilaian berdasarkan Portofolio Siswa

Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Tujuannya adalah sebagai (sebagian) bahan guru mendeskripsikan capaian pengetahuan di akhir semester, portofolio dapat berupa sampel pekerjaan siswa terbaik yang diperoleh dari penugasan dan tes tertulis. Berdasarkan buku pedoman penilaian kurikulum 2013, ada beberapa tipe portofolio antara lain portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio pameran. Guru dapat memilih tipe portofolio yang sesuai dengan tujuannya.  Untuk SMP, tipe portofolio yang utama untuk penilaian pengetahuan adalah portofolio pameran, yaitu merupakan kumpulan sampel pekerjaan terbaik dari KD pada KI-3, terutama pekerjaan-pekerjaan dari tugas-tugas dan ulangan harian tertulis yang diberikan kepada siswa. Dalam menyusun penilaian portofolio siswa harus memperhatikan beberapa ketentuan diantaranya : 1) Pek...