Posts

Showing posts with the label Prinsip Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Keindahan Manusia

Image
Oleh: Ki Hadjar Dewantara Manusia adalah makhluk yang berbudi, sedangkan budi artinya jiwa yang telah melalui batas kecerdasan yang tertentu, hingga menunjukkan keadaan yang tegas dengan jiwa yang dipunyai hewan. Jiwa hewan yang berisikan nafsu-nafsu kodrati, dorongan dan keinginan, insting dan kekuatan lain yang semuanya itu tak cukup berkuasa untuk menentang kekuatan-kekuatan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam jiwanya. Jiwa hewan semata-mata sanggup untuk melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memelihara kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang masih sangat sederhana, misalnya makan, minum, bersuara, lari dan sebagainya. Sebaliknya jiwa manusia merupakan diferensiasi dari kekuatan-kekuatan, yang terkenal dengan sebutan 'trisakti.' Ketiga kekuatan yang dimaksud adalah pikiran, rasa dan kemauan, atau cipta-rasa-karsa. Tri sakti itulah yang disebut budi. Budi manusia tidak saja berkuasa untuk memasukkan segala isi alam yang ada di luar dirinya ke dalam jiwa dengan pera...

Arti Pendidikan Bagi Ki Hadjar Dewantara

Image
Oleh: Ki Hadjar Dewantara Kata pendidikan dan pengajaran itu seringkali dipakai bersama-sama. Sebenarnya gabungan kedua kata itu dapat mengeruhkan pengertiannya yang asli. Ketahuilah, pembaca yang terhormat, bahwa sebenarnya yang dinamakan pengajaran ( onderwijs ) itu merupakan salah satu bagian dari pendidikan. Maksudnya, pengajaran itu tak lain adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin. Sekarang saya akan menerangkan arti dan maksud pendidikan ( opvoeding ) pada umumnya. Dengan sengaja saya memakai keterangan pada umumnya, karena dalam arti khususnya, pendidikan mempunyai beragam jenis pengertian. Bisa dikatakan bahwa tiap-tiap aliran hidup, baik aliran agama maupun aliran kemasyarakatan mempunyai maksud yang berbeda. Tidak hanya maksud dan tujuannya yang berbeda-beda, cara mendidiknya juga tidak sama. Mengenai keadaan yang penting ini saya akan menerangkannya secara lebih luas. Walaupun bermacam-macam maksud, tujuan, cara...

Pandangan Ki Hadjar mengenai Karakter Bangsa

Image
Ki Hadjar Dewantara, atau yang di masa mudanya bernama Suwardi Suryaningrat adalah contoh atau teladan seorang manusia Indonesia yang berbudi luhur dan terus belajar. Terlahir sebagai seorang bangsawan tidak membuat beliau merasa berbeda dengan orang kebanyakan. Justru sebaliknya, Suwardi muda telah menunjukkan kedekatannya dengan rakyat terutama melalui tulisan-tulisannya mengenai nasionalisme di bawah penjajahan Belanda. Tulisan yang menggugah nasionalisme, khususnya yang berjudul "Andai Aku Seorang Belanda," juga akhirnya yang membuat Suwardi dihukum buang oleh pemerintah kolonial. Dalam gaya tulisan yang lembut, etis dan terhormat beliau menggambarkan bahwa semua orang di dunia ini sama seperti orang-orang Belanda, pasti merasa senang dan bangga akan negara dan bangsanya yang merdeka dan berdaulat. Serta tidak pantas bagi bangsa manapun untuk menjajah bangsa lain. Suwardi memilih hukum buang ke negeri Belanda, tepatnya pada tanggal 6 September 1913 dan kembali ke tanah ai...

Dasar Kekeluargaan Taman Siswa

Image
Salah satu asas pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang diterapkan di Taman Siswa adalah menciptakan iklim keluarga antar guru (pamong) dan siswa. Seperti layaknya keluarga, maka hubungan mereka menjadi sangat erat. Melalui iklim seperti keluarga itulah maka pendidikan tidak hanya akan meliputi aspek intelektual saja, bahkan layaknya ibu atau ayah yang sesungguhnya, para guru akan sangat risau dengan perkembangaan budi pekerti para siswa. Pada masa awal pendirian Taman Siswa, dasar kekeluargaan inilah yang menjadi pembeda kuat dengan sekolah-sekolah Belanda. Kondisi tersebut tergambar dengan jelas dalam kutipan berikut: Seorang pamong Taman Siswa yang semula menuntut pelajaran di Sekolah Gubernemen menceriterakan pengalaman­ nya bahwa ada perbedaan yang besar antara sekolah tersebut dengan Taman Siswa. Di H.B.S. di mana ia dulu menuntut pela­jaran,  guru adalah seperti pegawai yang berdiri di depan kelas. Ia  tidak  pernah menaruh perhatian kepada murid-muridnya, selain menga...

Prinsip Pendidikan Taman Siswa

Image
Taman siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara (nama aslinya Suwardi Suryaningkat) pada tanggal 3 Juli 1922. Sekolah ini merupakan perwujudan perjuangan Ki Hadjar dan teman-temannya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsip dasar Taman Siswa menjadi pondasi pendidikan nasional hingga saat ini. Prinsip utama pengajaran di Taman Siswa adalah t utwuri handayani yang artinya berjalan di belakang. Seorang guru (pamong) harusnya memberikan ruang kebebasan pada siswa untuk mengekspresikan potensi dirinya dalam belajar. Jika memang dibutuhkan, guru akan memberikan pertolongan atau peringatan ketika siswa menyimpang dari tujuan utama dan mengalami suatu bahaya. Seorang guru tidak mendoktrin atau memaksa siswa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kecenderungan dasar dirinya yang positif. Untuk itu guru harus mengenal bagaimana karakter dan potensi siswa-siswanya sehingga dapat mengarahkan mereka secara tepat tanpa harus mendoktrin, memaksa a...

Tri Pusat Pendidikan

Image
Wajib belajar sembilan tahun yang dijalankan oleh pemerintah telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun terakhir. Setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk mengenyam pendidikan di sekolah. Melalui sekolah diharapkan kita dapat melahirkan generasi masa depan yang handal. Mengisi kemerdekaan dengan karya dan kerja yang membanggakan. Sekolah memang penting, namun bukan penentu keseluruhan hasil pendidikan. Hal ini telah diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep tri pusat pendidikan. Terdapat tiga sentra pendidikan yang menentukan keberhasilan peserta didik untuk berkembang menjadi insan yang berdaya guna di masyarakat. Kita tidak dapat mengabaikan peran salah satu sentra dan mengunggulkan yang lainnya. Ketiga pusat tersebut adalah keluarga, sekolah dan masyarakat. 1. Pendidikan di Lingkungan Keluarga Merupakan pusat yang paling penting, karena awal kehidupan manusia dan interaksi paling intens yang dialaminya adalah dalam keluarga. Ki Hajar menyebutkan bahwa pendidikan di lingk...