Posts

Persyaratan Penyelenggaraan Program keterampilan Madrasah

Apa Kabar semuanya? Pada penulisan kali ini kami akan memberikan informasi untuk anda semua pengunjung setia blog kami tetang persyaratan penyelenggaraan program keterampilan di Madrasah Aliyah, sebagai berikut. PERSYARATAN Persyaratan Administrasi Mempunyai izin operasional/pendirian madrasah; Terakreditasi minimal B; Mendapat rekomendasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; Diusulkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan  Memiliki Kesanggupan untuk membiayai penyelenggaraan program keterampilan. Persyaratan Teknis  Rincian persyaratan teknis penyelenggaraan program keterampilan adalah: Mempunyai dokumen kurikulum dan silabus program keterampilan yang dikembangkan ; Mempunyai Instruktur /guru keterampilan yang sesuai dengan bidang kompetensinya; Mempunyai instruktur /guru keterampilan yang berkualifikasi pendidikan minimal sarjana dan/atau  memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidang kompetensinya per jenis/bidang keterampilan y...

Pengelolaan dan Waktu Pembelajaran Keterampilan Madrasah Aliyah

Untuk para pengunjung Simpatika Kemenag pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi untuk anda semua mengenai Pengelolaan dan Waktu pembelajaran keterampilan Madrasah Aliyah. Kedudukan Program Keterampilan di Madrasah Program Keterampilan di Madrasah Aliyah merupakan program tambahan sebagai bentuk tambahan lintas minat di Madrasah Aliyah Penyelenggara program keterampilan. Program ini bukan merupakan Madrasah Aliyah Kejujuran. Oleh karena itu, Madrasah Aliyah Penyelenggara Program Keterampilan ini menggunakan struktur kurikulum yang berlaku di Madrasah Aliyah pada umumnya, dan peserta didik memperoleh tambahan pembelajaran keterampilan sesuai dengan minat masing-masing peserta didik. Program keterampilan yang diselenggarakan di  Madrasah Aliyah masuk dalam beban belajar/struktur kurikulum madrasah aliyah pada mata pelajaran Prakarya/Kewirausahaan dengan jumlah jam per minggu 2 jam pelajaran, dan untuk Madrasah Aliyah Penyelenggara Program Keterampilan ditambah materi l...

Membangun jaringan sekolah terpadu, terintegrasi dan terkoneksi di seluruh Indonesia

Saya tertarik dengan jaringan rumah sakit, baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah. Khusus rumah sakit pemerintah, manajemen pengelolaannya saling terhubung di seluruh Indonesia. Hubungan yang terkoneksi secara langsung ini mampu menutupi kelemahan selama ini, bahwa distribusi obat selalu terlambat, persebaran dokter tidak merata dan lain sebagainya. Melalui sistem jaringan yang terkoneksi ke semua rumah sakit pemerintah, dapatlah diketahui kebutuhan masing-masing rumah sakit. Jika kekurangan obat dan kekurangan dokter pada spesialisasi tertentu serta sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi, dapat diketahui langsung dari pusat data. Keberhasilan yang telah dicapai oleh jaringan rumah sakit, memungkinkan untuk diterapkan pula pada sekolah-sekolah di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan mendorong lahirnya jaringan sekolah terpadu, terintegrasi dan terkoneksi di seluruh Indonesia. Pada awal pelaksanaannya mungkin hanya kepada sekolah-sekolah tertentu. M...

Dimanakah pelabuhan pendidikan sebenarnya?

Mengulas tentang pendidikan memang tidak pernah berhenti, semakin dibahas maka semakin banyak menemukan kelemahan dan kekurangan. Pendidikan seperti sebuah obyek yang terus bergerak, kita hanya bisa mengejar dan mengejar ibarat roda belakang yang terus mengejar roda depan. Pertanyaannya adalah seberapa cepatkah kita bergerak? Sebuah pergerakan akan berhenti ketika mencapai tujuan, namun dunia pendidikan sepertinya tidak akan pernah berhenti karena tekanan dan tantangan global semakin kompleks, membutuhkan segala daya dan energi agar bisa menggerakkan dunia pendidikan secara terus menerus, apalagi kita berada pada dunia pendidikan yang hanya berputar-putar pada titik yang sama.  Beberapa negara terutama negara maju sangat menyadari betapa pentingnya peran pendidikan dalam menopang pembangunan. Sementara negara yang tidak telalu fokus pada dunia pendidikan akan bergerak lambat, mengalami kesulitan ketika menghadapi persaingan yang sangat ketat dan kompetitif. Negara seperti ini meman...

Hilangnya hak guru sebagai pendidik

Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi masih terdapat beberapa deretan tugas yang harus diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Kalau guru hanya bertindak sebagai pengajar, maka jangan pernah kita mengharapkan perubahan prilaku seperti yang diharapkan. Perubahan sikap dan prilaku membutuhkan kehadiran guru sebagai pendidik. Guru sebagai pendidik berkewajiban untuk membawa anak didiknya berperilaku dan bersikap sesuai dengan norma dan nilai-nilai kepribadian bangsa. Dalam tindakannya, kadang keras dan kadang pula lemah lembut tetapi masih dalam situasi pendidikan. Artinya, guru berupaya melakukan tindakan disiplin terhadap anak didiknya. Apakah tugas guru sebagai pendidik sudah maksimal? Bila melihat kenyataan yang terjadi dimasyarakat, belum lagi di media sosial menggambarkan bahwa fungsi guru sebagai pendidik mulai luntur. Perilaku para pelajar jauh dari yang diharapkan, berkembang perbuatan-perbuatan anormal namun tidak mendapatkan perhatian.  Tanggung jawab guru sebagai pendid...

Membangun sekolah tanpa pagar

Sekolah adalah institusi pendidikan, sebuah lembaga yang berisi kaum intelektual, sekelompok kaum terdidik, yang mengenal paham baik dan buruk. Sekolah tempat menimba ilmu pengetahuan termasuk pelajaran soal hidup. Sekolah tempat kumpulan berbagai karakter yang disatukan oleh motivasi perubahan, perubahan dalam hal pengetahuan dan perubahan dalam hal sikap dan prilaku. Indikator keberhasilan sekolah adalah terbangunnya kesadaran semua elemen sekolah mulai dari guru, TU dan siswa, adanya dorongan dan dukungan penuh dari orang tua siswa serta pemerintah tentang betapa pentingnya peran pendidikan. Output yang dihasilkan bernafaskan dan bersandar pada nilai-nilai luhur bangsa yang berorientasi pada kearifan lokal. Jika mencermati tujuan pendidikan, maka semua elemen harus memahami nilai-nilai ketaatan. Komitmen pada peningkatan mutu, serta mendorong adanya inovasi kreatif sebagai bentuk dari perubahan. Akan tetapi pada kenyataannya, terdapat rentang yang cukup jauh antara teori dan kehidup...

15 Atribut dari inovasi pendidikan

Zaltam, Duncan, dan Holbek menemukakan bahwa cepat lambatnya penerimaan inovasi dipengaruhi oleh atribut sendiri. Suatu Inovasi dapat merupakam kombinasi dari berbagai macam atribut (Zultam, 1973). Untuk memperjelas inovasi dengan cepat lambatnya proses penerimaan (adopsi). Berikut 15 atribut dari inovasi: Pembiyaan, Pembiayaan menentukan cepat lambatnya penerimaan masyarakat atas program inovasi. Biaya itu sendiri tergantung pada kualitas inovasi yang diajukan. Balik modal, Di dalam inovasi pendidikan atribut ini sukar dipertimbangkan, karena pada intinya pendidikan merupakan investasi jangka panjang melalui pengorbanan langsung dan tidak langsung sebagaimana terdapat dalam teori pembiayaan pendidikan. Balik modal hanya berlaku pada inovasi perusahaan. Efesiensi, Inovasi pendidikan harus mencerminkan efisiensi, baik waktu maupun biaya. Resiko dari ketidak pastian, jika resiko yang ditimbulkan kecil, maka program akan cepat diterima. Mudah di komunikasikan, Inovasi akan cepat diterima ...

Karakteristik Inovasi pendidikan

Negara yang maju pada umumnya menempatkan pendidikan sebagai skala prioritas pembangunan. Tingginya tingkat kualitas pendidikan suatu negara dapat membawa negara tersebut bersaing dengan negara lain, negara itu lebih kompetitif sehingga melahirkan berbagai inovasi yang pada gilirannya akan membawa kemandirian dalam segala aspek kehidupan karena didasari oleh kesiapan dan kompetensi masyarakatnya terhadap semua perubahan yang terjadi. Untuk menjaga iklim inovasi di dunia akademik, diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah. Pemerintah didorong untuk bisa mengelola dan mengembangkan berbagai inovasi serta menyiapkan berbagai instrumen yang bisa meningkatkan motivasi para akademisi dan ilmuwan menemukan inovasi-inovasi baru. Kehadiran inovasi baru sangat dibutuhkan guna meningkatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjamin kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Thompson dan Eveland (1967) mendefinisikan inovasi sebagai teknologi, inovasi adalah suatu desain yang diguna...

Biarkan anak memilih jenis ekstrakuriler yang diminatinya

Bukan jamannya lagi kalau guru memilihkan siswa jenis ekstrakurikuler yang harus diikutinya. Kita harus sadar bahwa minat dan bakat seseorang berbeda-beda, terhadap sejumlah siswa, minat dan bakat mereka juga pasti bervariasi. Keadaan ini harus dipahami oleh guru agar siswa merasa senang sehingga dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan keinginan dan seleranya masing-masing. Kehadiran guru hanya memfasilitasi bakat dan minak anak didiknya, proses pemilihan jenis ekstrakurikuler diserahkan sepenuhnya kepada siswa, tanyakan pada anak didik jenis kegiatan ekstrakurikuler apa yang mereka inginkan, jangan memaksa siswa untuk mengikuti selera guru, selera orang tua atau selera dari pihak lainnya. Memaksakan kehendak kepada anak didik akan berdampak pada hasil yang dicapai, kreativitas anak didik tidak dapat tereksploitasi dengan sempurna apabila tidak berdasarkan minat dan bakat yang dimilikinya. Pemberian kebebasan memilih pada anak didik tidak semata dilakukan tanpa alasan. K...

Waspadai pengaruh UN terhadap motivasi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar

Bagi siswa-siswi yang telah selesai melaksanakan UN, tahap selanjutnya adalah menunggu hasil atau pengumuman kelulusan. Karena aturan sekarang memberikan kewenangan penentuan kelulusan kepada setiap satuan pendidikan, maka dapat dipastikan bahwa persentase kelulusan masing-masing sekolah diatas 90%, bahkan memungkinkan menjadi 100%. Yang tidak lulus merupakan siswa-siswi yang tidak lagi mengikuti proses pembelajaran dan UN namun masih terdaftar sebagai peserta UN. Kemudian bagi siswa-siswi yang belum mengikuti UN, mereka masih harus menunggu lama untuk mengikuti ulangan semester genap. Rentang antara UN dan ulangan semester yang begitu lama ternyata mengganggu proses belajar mengajar bagi siswa yang belum mengikuti UN. Pembelajaran menjadi tidak maksimal, baik guru maupun siswa mengalami penurunan motivasi belajar mengajarnya karena dalam menghadapi UN, energi guru dan fokus siswa seluruhnya tercurahkan pada kegiatan tersebut.  Selama kegiatan UN, siswa yang belum mengikuti UN di l...